Menggunakan Beberapa Peta
|
Untuk menjelajahi tempat terpencil, mengandalkan informasi dari satu peta saja sepertinya tidak cukup. Kadang-kadang di sebuah peta tampak garis jalan dan nama desa/kecamatan, tetapi di peta yang lain tidak tercantum. Dengan membandingkan beberapa peta, setidaknya bisa lebih yakin jalur yang akan dilalui. Ada banyak sumber peta yang tersebar di internet, berikut ini adalah beberapa di antaranya. |
1. Google Maps
Obyek yang ada di tempat terbuka seperti Curug Jompong atau Bendungan Saguling, dapat dilihat jelas dengan Google Maps, begitu pula jalan-jalan di daerah pinggir kota seperti jalur Lembang-Ujung Berung lewat Cibodas. Namun untuk daerah yang jauh dari kota seperti daerah Cianjur selatan, tidak semua jalan tergambar di Google Maps.
2. Wikimapia
Dengan Wikimapia kita dapat melihat tempat-tempat yang ditandai oleh orang lain dan mungkin menarik untuk dikunjungi. Lokasi seperti camping ground tempat air terjun di Ciater maupun pantai Jayanti bisa ditemukan di sini.
3. Peta Pemerintah Daerah
Setiap kabupaten umumnya memiliki situs resmi, biasanya ada peta wisata atau minimal peta daftar kecamatan. Salah satu peta wisata yang cukup lengkap adalah milik Pemda Garut.
4. Peta Mudik
Meskipun tidak terlalu detail, peta mudik memuat jarak antar kota dan lokasi pom bensin. Peta ini dapat dicari di internet. Jalur seperti Santosa-Arjuna-Samudra tampak di peta ini, begitu pula jalur pantai Cianjur-Garut selatan.
5. Peta Touring
Peta touring umumnya merupakan peta kertas yang discan dan diupload ke forum komunitas atau blog pemiliknya. Peta ini cukup detail, seperti jalur Ciwidey-Cidaun yang tidak dimuat di peta lain. Alternatif peta touring Jawa Barat dan Lampung yang cukup lengkap dapat dilihat di sini.
6. Peta GPS
Peta GPS wilayah Indonesia dapat diambil dari situs navigasi.net. Saat ini saya belum punya GPS dan belum bisa menulis lebih jauh.
Mungkin masih banyak sumber peta lain yang belum disebut dalam artikel ini. Apapun peta yang digunakan, tetap saja perlu bertanya ke penduduk lokal daripada tersesat. Semoga bermanfaat…





Kalau tertarik dengan peta topografi (biasa dipakai oleh tentara/pecinta alam), bisa diambil di http://www.lib.utexas.edu/maps/ams/indonesia/
Petanya sudah tua, keluaran US Army tahun 1954, tapi sangat detail…
apdri
19 Maret 2010 pada 23:01