Kampung Adat Banceuy dan Curug Bentang
|
Cupunegara ternyata berada di atas dataran tinggi, butuh satu jam lebih untuk downhill ke arah utara. Semakin jauh meninggalkan Cupunegara, jalan semakin jelek. Hutan di sini sepi, sebelah kiri tebing penuh tumbuhan dan di kanan jurang yang dalam. Di Google Map terlihat desa Mayang di tengah jalur ini, namun tidak saya jumpai hingga keluar hutan. |
Di tempat terbuka setelah keluar hutan, berhenti sejenak menikmati bentang alam di sisi kiri dan kanan jalan. Sedangkan di depan adalah desa Darmaga, yang berada di tepi jalan raya Jalancagak-Sumedang yang ramai.
Di Darmaga saya belok ke kiri ke arah Jalancagak. Masih cukup waktu untuk mengunjungi satu tempat lagi, sekalian mampir ke Curug Bentang. Menurut blog Tatar Subang, air terjun tersebut ada di dekat desa Sanca. Setelah bertanya di pangkalan ojek di sebelah kelurahan Kasomalang Kulon, belok kiri ke arah Sanca.
Sebelum sampai di Curug Bentang, melewati Kampung Adat Banceuy. Awalnya saya berharap bertemu rumah-rumah panggung kayu beratap ijuk/jerami seperti di Kampung Naga atau Badui, tapi ternyata biasa saja, berdinding tembok di atas tanah. Tak lama kemudian sampai di Curug Bentang, tiket masuknya 5000 rupiah.
Lingkungan di sekitar sini bersih dan terawat, suasananya segar. Sekitar 500 meter berjalan kaki menuruni lembah, sampai di Curug Bentang.
Ombak-ombak kecil berpencar ke segala penjuru di dasar air terjun. Ada juga orang mancing ikan di pinggir kolam ini. Sayang tidak ada akses jalan setapak ke air terjun yang paling atas, tebing batu sekelilingnya sangat curam.
Sambil memesan segelas teh panas di warung dekat motor diparkir, saya ngobrol cukup lama. Jalan pulang menuju Ciater tidak perlu kembali lagi ke Sanca tapi lurus saja, tapi ada beberapa persimpangan yang mesti diingat. Kalau mau mampir di Curug Cibarehbeuy di desa Cibeusi sebenarnya bisa juga. Air terjunnya berbeda sungai dengan Curug Bentang, airnya lebih jernih dan lebih tinggi, namun perlu berjalan kaki sekitar dua kilometer dari Cibeusi. Mungkin kapan-kapan, sekarang sudah sore…
Kalau ke desa wisata Wangunharja waktu acara tahunan ruwatan bumi, tempat ini ramai. Orang dari luar daerah datang kemari.


























waduh saya baru tau nih ada curug bentang padahal saya pernah loh camping di curug cibareubey yg letaknya di desa cibeusi daerah wisata ciater pada tahun 2008 bulan mei. masih jauh gak kang apdri kalo mau ke curug cibentang dari desa cibeusi
ali pitreli
20 November 2010 pada 14:28
kalau lihat di peta, desa Sanca dan Cibeusi itu tetanggaan. Saya belum pernah ke Cibeusi, tapi sepertinya jarak Cibeusi-Ciater kurang lebih sama dengan Cibeusi-Sanca.
Sayangnya tidak ada petunjuk arah di persimpangan/cabang jalan antar desa & mesti bertanya ke penduduk.
Terima kasih sudah mampir…
apdri
21 November 2010 pada 00:15
bagus juga tuh rekomendasinya,,tempat wisata subang memang sangat bagus udaranya juga sejuk..
apriyadi
6 Desember 2010 pada 16:16
betul… tempat wisatanya bagus, semoga ditambahkan papan-papan petunjuk jalan, minimal di pertigaan Kasomalang Kulon maupun Ciater. Supaya orang yang lewat di jalan raya yang ramai tahu di pedalaman sana ada tempat wisata (seperti papan petunjuk ke Curug Cijalu)…
apdri
7 Desember 2010 pada 00:41
Kang,
Ini dari Bandung ke arah mana sih ?
Acep Permana
9 Februari 2011 pada 07:11
ke arah utara (Subang/Ciater), nanti belok kanan di Palasari beberapa km sesudah Sari Ater…
apdri
9 Februari 2011 pada 12:29
sepertinya tempatnya ini asik buat liburan,
cz tempatnya hijau dan terlihat segar
tiket pesawat
10 November 2011 pada 04:16
betul, penduduk sini juga sopan dan ramah.
Waktu jalan ke air terjun beberapa kali saya disapa duluan, padahal cuma mau lewat ke air terjun…
Mungkin desember nanti ada acara ruwatan bumi di sana, biasanya sekitar awal Muharram/tahun baru hijriah
apdri
11 November 2011 pada 00:37
kang
bisa gak lewat dari maribaya?
jalannya bagaimana?
priebakry
27 November 2011 pada 03:39
mungkin bisa, namun harus offroad dari perkebunan teh Tambaksari (Cupunegara) ke Sanca :
http://alampriangan.wordpress.com/2011/03/18/curug-bentang/
jalur persisnya saya kurang tahu, mesti tanya-tanya orang di Cupunegara..
sayangnya di google map tidak tampak jalan tembus dari Cupunegara ke arah desa Cibeusi atau Sanca, selain memutar ke utara lewat Darmaga…
apdri
28 November 2011 pada 03:30
kang…
sy mo bw murid sma k desa sanca bs ksh info ga ttg desa sanca?
prnh ga da rombongan ank sekolahan dtg k desa sanca? mksh!…
mita ghasyiyah
29 November 2011 pada 12:15
maaf, saya kurang tahu apa pernah ada rombongan anak sekolah berkunjung ke desa Sanca.
sepertinya memang harus ada yang survey ke sana, apakah jalannya sekarang cukup lebar untuk dilewati bus, vilanya cukup untuk berapa orang, konsumsi bawa sendiri atau tidak (warung makan tidak banyak)…
mungkin link ini bisa membantu : http://blogs.unpad.ac.id/kknmsanca2011/contact-us/
apdri
30 November 2011 pada 10:00
mksh kng apdri dh ngnalin curug bentang,,sy org bnceuynya,,shr2 sy ngsh ank2 SD Karangmadu y ada dkmpng adat bnceuy
indra suprihat
7 Desember 2011 pada 07:11
terima kasih sudah mampir…
semoga kampung adat Banceuy tetap terpelihara alam & budayanya, maju & sejahtera. amin….
apdri
7 Desember 2011 pada 10:11
saya belum pernah ke subang,ingin bawa anak2 berlibur kesana,enak di tempat wisata yang mana biar anak2 nyaman bermain dengan air hangat.trims infonya
nur
24 Mei 2012 pada 07:57
kolam air hangat di Subang ada di Ciater, aksesnya mudah di jalur utama Subang-Bandung (garis kuning di peta jalan di atas), tempatnya beberapa km sesudah gerbang Tangkuban Perahu kalau dari arah Lembang….
apdri
25 Mei 2012 pada 03:06