Blog Apdri

Beberapa catatan sederhana

Tegalbuleud – Agrabinta – Sindangbarang

dengan 13 komentar

Suasana kebun karet Cikaso

Perkebunan Cikaso luas membentang di seberang jembatan Sungai Cikaso. Kontur tanahnya berbukit-bukit, didominasi oleh pohon karet.

Sesekali bertemu rumah-rumah pegawai perkebunan, berbentuk kotak seragam dicat dengan warna yang sama. Mirip dengan emplasemen di kebun-kebun teh Bandung-Garut selatan namun lebih sedikit jumlahnya. Meskipun tampak sederhana, banyak rumah memasang antena parabola di halaman depan.

Nanti akan melewati punggung perbukitan di kiri itu

Tanaman karet belum tinggi, terhampar hingga kejauhan

Sebagian area kebun diganti pohon jati

Satu jam lebih berkelok-kelok di perkebunan Cikaso, jalan landai menuju kecamatan Tegalbuleud.
Rumah-rumah penduduk berselang-seling dengan sawah hingga jembatan sungai Cibuni.

Selang-seling sawah dengan pedesaan

Tegalbuleud, pantai tampak jauh di kanan jalan

Sungai Cibuni lebar sekali

Perahu kecil mengangkut pasir (kiri)

Harumnya aroma gula kelapa tercium saat melintasi perkebunan kelapa yang sepi.
Tumpukan kayu bakar terserak di depan gubuk-gubuk pembuat adonan gula merah.

Kontras dengan jalan yang tadi dilewati, di sini jalannya lebar tapi jelek sekali.
Di banyak tempat, lobang bekas roda truk setengah meter dalamnya, syukurlah tidak lewat sini waktu hujan.

Perkebunan kelapa dimulai

Tumpukan sisa balok gergajian

Gubuk beratap daun kelapa kering

Memanjat pohon kelapa membawa jeriken

Kasihan truk itu

Tidak berharap lewat sini waktu hujan

Sempat gembira waktu ketemu jalan beton di tengah kebun kelapa yang panas terik ini.
Sayangnya jalan beton cuma beberapa kilometer saja dan jalan kembali jelek berbatu.
Rumah-rumah penduduk mulai tampak menjelang sungai Cisokan ke arah Sindangbarang.

Jalan beton setengah jadi

Jembatan Cisokan yang sempit

Kelokan sungai Cisokan

Dari tempat terbuka di perkebunan Agrabinta, tampak pemandangan indah di kanan jalan.
Kebun karet berbatas barisan pohon kelapa, berlatar birunya samudera Indonesia di cakrawala.

Yang biru di kejauhan sana itu adalah laut selatan

Tanah kosong yang luas ini mau ditanami apa ya?

Karet di kiri, kelapa di kanan

Pusat perkebunan Agrabinta

Kebun karet Agrabinta dilalui dan berganti suasana pedesaan.
Kawanan kambing merumput di tepi jalan, kadang ke tengah jalan lalu dihalau oleh penggembalanya.

Sapi-sapi coklat berteduh

Batang-batang pohon sudah dikuliti

Sawah di lembah

Menjelang Sindangbarang

Jembatan darurat

Sungai berair hijau yang tenang

Sampai di alun-alun Sindangbarang jam setengah tiga sore.
Ada cabang jalan di sana, ke kanan menuju pantai, lurus ke Cidaun dan kiri ke Cianjur.
Perjalanan masih jauh dan mesti bergegas, mungkin lain waktu bisa mampir ke pantai Sindangbarang ini… :)

 
 

Ditulis oleh apdri

7 Mei 2011 pada 10:44

13 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. tks yg sgt byk atas semua artikel dan foto2ny yg exclusive.

    aep saeful rohmat

    12 Mei 2011 pada 04:32

  2. selalu menanti kelanjutan kisah dari bro apdri, jadi kepingin ikutan jalan2….

    Rizki Herdyan

    13 Mei 2011 pada 15:08

  3. oia sekedar tambahan kalo bisa di berikan informasi mengenai SPBU ataupun penjual bensin eceran biar bisa memperkirakan kapan saatnya memberi minum motor kita….

    Rizki Herdyan

    17 Mei 2011 pada 02:30


    • Jarak Surade ke Sindangbarang sekitar 95 kilometer, sebaiknya isi full di SPBU Surade. Jalur jalan yang sepi adalah antara Curug Cikaso hingga akhir perkebunan Cikaso (1-2), perkebunan kelapa antara sungai Cibuni-Cisokan (3-4), dan perkebunan karet Agrabinta (5).

      Perlu dipertimbangkan apakah perlu mencari bensin eceran di pedesaan Tegalbuleud (2-3), karena setelah itu jalannya jelek di perbukitan, sering pakai gigi rendah dan bensin akan lebih boros.

      Maaf waktu itu saya kurang memperhatikan di mana saja letak kios bensin ecerannya.

      apdri

      17 Mei 2011 pada 18:42

  4. wah cocok buat ngabuburit menjelang buka puasa nih,….lama tak jumpa mampir ya.foto2nya oke punya nih …

    warna2cinta

    26 Agustus 2011 pada 06:26

    • foto-foto selintas jalur sepi yang tidak dilewati tiap hari … :)

      apdri

      27 Agustus 2011 pada 15:45

  5. kang punya alamat kontak utuk perkebunan kelapa nya,
    tks

    dedy supriadi

    23 November 2011 pada 04:14


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.