 Jembatan Sindangbarang masih dibangun |
Istirahat sebentar di mesjid alun-alun Sindangbarang. Proyek konstruksi ada di samping mesjid, dengan alat berat dan beton-beton jembatan yang belum dipasang.
Bandung masih sekitar 180 kilometer lagi dari sini, melewati jalan di Cianjur selatan yang kurang terawat. Beberapa foto sempat diambil sebelum malam…
|

Sungai Cisadea di sisi jalan

Persawahan di desa Muaracikadu

Jembatan Cisawer, 16 km sebelum Tanggeung. Jeram sungai di kanan jalan menarik perhatian.

Batu-batu di sini berlubang-lubang
 Jeram di bagian hilir, belasan meter di atas sungai |
 Dinding basah bekas air terjun (kiri atas)? |
 Suasananya seperti di Naringgul |
 Jurang dalam dan tebing hutan |
 ke Rancabali bisa lewat Cimaskara, |
 atau lewat Curug Citambur |

Lembah sungai yang subur di Pagelaran

Perbukitan memanjang, sayang kali ini cuaca kurang cerah

Kabut senja kebun teh Sukanagara
Like this:
Be the first to like this post.
akhirnya setelah di tunggu2 berminggu2 kisah perjalanan kang apdri berlanjut
Rizki Herdyan
30 Mei 2011 pada 00:17
padahal saya belum sempat jalan-jalan lagi nih…
apdri
31 Mei 2011 pada 13:38
asik juga lihat kisah jalan jalannya…
ari
3 Agustus 2011 pada 03:48
ya begitulah…
terima kasih sudah mampir….
apdri
4 Agustus 2011 pada 02:19
Saya punya rencana dengan rute kebalikan akan menuju Ujung Genteng,apakah bisa kasih info Kang lebih enak mana ? Rancabali – Cipelah – Sindang Barang – Agrabinta – Tegal Buleud – Ujung Genteng atau mending muter ke arah Jayanti (Rancabali – Balegede – Naringgul – Cidaun – Sindang Barang – Agrabinta – Tegal Buleud – Ujung Genteng ? Apakah ada rute alternatif dari Sindang Barang ke Ujung Genteng tanpa lewat Agrabinta – Tegal Buled
thedy
19 September 2011 pada 02:36
Pemandangan yang paling bagus, menurut saya, adalah lewat Naringgul – Cidaun – Sindangbarang – Agrabinta – Tegal Buleud – Ujung Genteng. Sayangnya kondisi jalannya jelek dan butuh waktu lama. Mungkin akan ditempuh lebih dari 300 km dari Bandung dan lebih dari 12 jam perjalanan.
Kalau suka air terjun, bisa saja lewat Cipelah – Curug Citambur – Tanggeung – Sindangbarang, jalan jeleknya ada nanti di antara Cipelah – Pagelaran (25 km).
Seandainya dari Sindangbarang tidak ingin lewat Agrabinta, jalannya akan lebih memutar, kembali ke arah Tanggeung – Kadupandak – Sagaranten – Tegalbuleud. Kondisi jalannya saya kurang tahu, boleh jadi sama saja dengan jalan-jalan di Cianjur selatan pada umumnya, alias rusak …
apdri
19 September 2011 pada 03:36
Wah terima kasih atas infonya Kang, kebetulan saya sudah hapal kalo rute Rancabali sampai Cidaun karena kebetulan sebelum lebaran saya jajal. Memang sayang Kang view yang bagus tidak didukung oleh infrastruktur yang bagus juga…
thedy
19 September 2011 pada 08:00
salam kang kalo boleh ulas jalan jalan ke leuweung sancang request nih… saya denger pantai sama hutan disana bagus
dani
20 September 2011 pada 00:27
leuweung Sancang antara Pamengpeuk – Cipatujah ya?
apdri
20 September 2011 pada 00:30
Mungkin itu Kang, kalo gak salah ada plang dengan tulisan “Sancang” ke kanan waktu kita ada di daerah perkebunan karet Miramareu (antara Pameungpeuk – Cipatujah)
thedy
22 September 2011 pada 05:46
sekalian ke Cipatujah, mampir ke Taman Jasper di Tasik selatan,
melihat warna-warni batu-batuan seperti di Papandayan…
ini ada potongan dari koran Kompas dua hari lalu.

apdri
22 September 2011 pada 12:07
Pemandangan oke bgt…inspiratif
thanks bro…
OutboundJOGJA
15 Desember 2011 pada 02:15
terima kasih sudah berkunjung …
apdri
16 Desember 2011 pada 09:38