Blog Apdri

Beberapa catatan sederhana

Hujan di Citambur

with 41 comments

Kebun teh Rancabali

Kebun teh Rancabali

Ada sebuah tempat yang biasanya saya berhenti sebentar kalau lewat Rancabali, yaitu di balik sebuah tikungan menjelang gerbangnya. Sebenarnya bukan saya saja, orang lain juga ada yang berhenti dan ambil foto di situ. Agar foto keliatan bersih dari kabel listrik yang mengganggu, saya pun menyeberang jalan dan memotret di sana.

Beberapa ratus meter dari gerbang Rancabali, ada pertigaan yang kalau lurus menuju Situ Patenggang. Jalan itu sudah pernah dilewati waktu ke Cidaun beberapa bulan lalu, dan sekarang diambil arah jalan ke kanan menuju perkebunan Sinumbra/Cipelah. Dari Bandung ke pertigaan ini jaraknya sekitar 60 kilometer.

Tujuan perjalanan iseng kali ini adalah Curug Citambur, sebuah air terjun di pedalaman Cianjur.
Tempat wisata ini banyak disebut dalam blog dan situs mengenai Cianjur di internet.

Gerbang perkebunan Rancabali

Gerbang perkebunan Rancabali

Pertigaan ke Sinumbra/Cipelah

Pertigaan ke Sinumbra/Cipelah

Jalan di perkebunan teh Sinumbra beraspal halus namun sesekali ada lubang yang mesti dihindari. Setelah berjalan beberapa menit di ketinggian bukit, mulailah berkelok-kelok menuruni kebun teh. Beberapa kali bertemu truk, mobil bak terbuka dan rombongan pemetik teh.

Perkebunan Sinumbra

Perkebunan Sinumbra

Jalan kebun teh di bawah

Jalan kebun teh di bawah

Pabrik teh Sinumbra yang cukup besar dilalui setelah menempuh 7 km dari pertigaan tadi. Ada mesjid yang lapang di sebelah pabrik ini, saya sempatkan sholat dan berwudhu dengan air dingin menyegarkan.

Kebun teh sesudah pabrik Sinumbra tampak sangat alami. Ketika berhenti di daerah yang banyak pohon putih,
terdengar suara burung bersahutan. Sungguh berbeda dengan kebun teh terbuka yang sunyi.

Kompleks pabrik Sinumbra di kejauhan

Kompleks pabrik Sinumbra di kejauhan

Pohon putih tegak seperti garis

Pohon putih tegak seperti garis

Dari jalan yang sebelah kiri terdapat jurang, tampak sungai mengalir jauh di bawah. Airnya yang sangat jernih terlihat ketika saya berhenti di jembatan Ciherang.

Jurang dan sungai

Jurang dan sungai

Sungai bening difoto dari jembatan

Sungai bening difoto dari jembatan

Kalau dari pabrik Sinumbra sampai jembatan lebih banyak jalan menurun, sekarang saatnya menanjak. Kebun teh masih berlanjut sampai Cipelah, 16 km dari pertigaan Rancabali.

Jembatan Ciherang

Jembatan Ciherang

Ada yang mau pesan karpet hijau?

Ada yang mau pesan karpet hijau?

Di daerah pertokoan di Cipelah ada pertigaan, setelah bertanya saya ambil arah ke kiri. Kontras dengan jalan kebun teh yang halus, jalan sesudah Cipelah banyak yang rusak, di beberapa tempat aspalnya hilang hingga keliatan batu-batunya yang kasar.

Jalan sesudah Cipelah

Jalan sesudah Cipelah

Jalan melingkar di lembah

Jalan melingkar di lembah

Saat melalui daerah persawahan, hujan pun turun. Menepi sebentar untuk memakai jas hujan.

Sawah seperti kue lapis

Sawah seperti kue lapis

Bibit pohon apa ini ya?

Bibit pohon apa ini ya?

Akhirnya sampai juga di pintu masuk curug citambur, 23 km dari pertigaan Rancabali.
Sebuah danau kecil yang tenang ada di sebelah kanan pintu masuk.

Pintu masuk Curug Citambur

Pintu masuk Curug Citambur

Danau kecil setelah pintu masuk

Danau kecil setelah pintu masuk

Untuk sampai ke curug mesti berjalan beberapa ratus meter. Awalnya jalan berbatu cukup lebar, tapi mendekati air terjun berubah jadi jalan setapak.

Jalan menuju air terjun

Jalan menuju air terjun

Jalan setapak, difoto dari arah air terjun

Jalan setapak, difoto dari arah air terjun

Air terjun yang tinggi tidak seluruhnya masuk dalam jangkauan lensa kamera saya. Saya memotretnya dari posisi agak samping, agar terlindung dari butiran air yang terhempas dari dasar air terjun. Air terjun yang lebih kecil ada di bagian bawah air terjun utama.

Air terjun utama di balik tebing batu

Air terjun utama di balik tebing batu

Air terjun kedua di sebelah bawah

Air terjun kedua di sebelah bawah

Hujan masih mengguyur, saya memotret sebentar persawahan di bagian hilir air terjun ini, kembali ke motor dan pulang. Di ketinggian bukit sebelum pertigaan rancabali berhenti sebentar, melihat jalan basah di bawah berwarna keperakan yang tadi dilalui.

Bagian hilir aliran curug Citambur

Bagian hilir aliran Curug Citambur

Jalan basah berwarna keperakan

Jalan basah berwarna keperakan

Written by apdri

1 November 2009 pada 07:12

Ditulis dalam Jalan-jalan

Tagged with , , , ,

41 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. emang asyik klo riding di perkebunan teh, udaranya swejuk, trus ada sensasi cornering jalan berkelok-kelok & naik turunπŸ˜€

    elsabarto

    1 November 2009 at 09:06

  2. iya betul sekali…πŸ™‚
    terima kasih sudah berkunjung

    apdri

    1 November 2009 at 12:28

  3. Wah,tampaknya masih asri mas.asyik tuh..

    Kalau di tempat saya,di lereng Gunung Lawu juga ada kebun teh,di daerah Kemuning.Sayangnya banyak dipakai buat pacaran je..tapi ga tau deh kalo di titik2 lainnya..maklum baru sekali ke sono..dan langsung menuju yg sering didatangi…

    Lekdjie

    1 November 2009 at 13:08

    • betul, di jawa timur banyak sekali tempat yang mempesona, gunung-gunung tingginya, pantai & cagar alamnya… sayang pulau jawa ini gak bisa diputar supaya yang di sebelah barat sini bisa ikut menikmati…πŸ™‚

      apdri

      1 November 2009 at 13:56

  4. wah mantap kali bro, dulu pas tinggal di bandung malah nggak pernah jalan2 ke sonoπŸ˜₯

    Moto BackPacker

    2 November 2009 at 05:06

    • sebenarnya ini juga coba-coba cuma berdasar info di internet aja, kalo jalannya jelek & ga bisa lewat ya sudah, paling balik lagi, hehehe…

      apdri

      2 November 2009 at 05:34

  5. huhuhuhu… kapana bisa riding kesana yah….πŸ˜₯

    Shark

    2 November 2009 at 05:28

    • ya kalau ada waktu aja bro… mudah-mudahan kalo ke sana nanti jalan Cipelah-Citambur dah lebih baik, kemarin sih banyak tumpukan batu kerikil & jalan mulai diperbaiki…

      apdri

      2 November 2009 at 05:39

  6. bro..
    kami ada rencana minggu depan kesana.. kira-kira kalau bawa mobil sampai pintu masuk curug citambur bisa atau tidak? atau mobil berhenti di pasar cipelah?
    mohon advise nya. ..
    kami rombongan 30 orang sekitar 7-8 mobil.. bervariasi…

    edo

    13 November 2009 at 08:22

    • Kalo bawa sedan sebaiknya jangan bro, mending pakai jeep/suvπŸ™‚
      Berhubung sekarang musim hujan, mesti ekstra hati-hati di tanjakan/turunan curam yang rusak sesudah Cipelah. Penduduk sana pun kadang turun dari boncengan supaya motornya tidak tergelincir.

      Mending survey kecil aja dulu, lihat kondisi jalannya sekarang, apakah nanti berangkat lewat Cipelah, pulang lewat Cianjur yang lebih landai, dsb. Oya pas keluar Cipelah ada portal besi tinggi sekitar 2m, mudah-mudahan bisa lewat…

      apdri

      13 November 2009 at 09:12

  7. rancabali…. kangen pengen maen lagi kesana,

    salam buat saudara-saudara disana dech, hehehe..

    atur nuhun,,,,,

    dewi

    11 Desember 2009 at 05:33

  8. […] suara air keras terdengar. Curug Jompong memang tidak setinggi Cinulang atau Citambur, namun volume airnya sangat […]

  9. […] Inilah batas dari kabupaten Bandung dan Garut. Andai saja jalannya sehalus kebun teh Rancabali atau Sinumbra, mungkin lebih banyak orang berwisata […]

  10. Saya rencananya minggu ini mo ke sana, makanya searching dulu. kalo dari arah bekasi keluar tol bandungnya mana ya ?…soalnya kalo ke leuwi panjang dulu jadinya muter2 deh. Terus di sekitar sinumbra banyak penginapan ga ? maklum rencananya mo muter2 sekitar situ sekitar 2 hari..thanks before atas infonya DriπŸ™‚
    Thanks
    Eny

    Eny

    1 Juli 2010 at 09:36

    • Eny, keluar di gerbang tol Kopo lalu belok kanan ke arah Soreang (kalau ke kiri ke Leuwi Panjang). Minggu pagi biasanya Soreang agak macet, ramai orang senam pagi & banyak yang jualan. Penginapan di kebun teh Sinumbra saya kurang tahu, tapi di Ciwidey mungkin ada, karena itu daerah wisata yang ramai (Kawah Putih, Cimanggu, Ranca Upas, Situ Patenggang)…

      apdri

      1 Juli 2010 at 15:42

  11. duhh indahnya citambur… kpan ea aku bisa kesana??

    husen

    15 September 2010 at 01:56

    • kalau ada waktu ajaπŸ™‚
      sering turun hujan akhir-akhir ini, terutama waktu sore,
      kalau ke sana lebih baik pagi hari…

      apdri

      15 September 2010 at 02:43

  12. kang apdri…kalo dari Bandung enaknya start mana ya ? pengen jalan dari sini ke arah rongga perkebunan montaya

    Acep Permana

    11 Oktober 2010 at 10:22

    • rute yang pernah saya lewati: ciwidey – rancabali – sinumbra – cipelah – curug citambur.
      Kalau dari arah tanggeung/pagelaran belum pernah…

      apdri

      11 Oktober 2010 at 22:55

      • Kalau dari arah cianjur, masuknya dari pasir kuda di pagelaran (0.5 km selatan dari kantor kecamatan pagelaran, ke arah timur). Jalannya batu-batu besar tanpa aspal, dicampur lumpur di beberapa tempat. Kurang lebih 3-4 km.

        Sesampainya di cisabuk, jalan bagus banget, aspal mulus sekitar 6km. Masuk cipelah mirip lagi dengan di pasir kuda.

        Sebagian besar jalan menanjak. Walau warga selalu ada saja yang pakai motor matic atau bebek, sebaiknya dihindari. Sangat licin kalau hujan

        Endri Budiwan

        1 April 2011 at 07:55

        • Trims banyak atas infonya…
          sayang sekali jalan menuju Curug Citambur kondisinya seperti itu, padahal tempat wisata ini sangat menarik dan relatif tidak begitu jauh dari jalur utama Cianjur – Sindangbarang yang ramai.

          apdri

          1 April 2011 at 09:05

          • Betul kang, baru kemaren lusa saya ke pagelaran dari cimahi menempuh jalur Cimahi-Soreang-ciwidey-rancabali-cipelah-cisabuk-pasir kuda-pagelaran. waktu tempuh 3 jam lebih dikit. Gak mampir ke citambur.

            Pake motor matic, hehehe. stress pokoknya.diiringi hujan ringan dari cipelah hingga cisabuk.

            jalur inimah masih ringan kang, sangat ringan. jalur-jalur lain di pedalaman pagelaran dan cianjur selatan lainnya mah bener2 gak kebayang. Padahal menurut cerita temen saya yang berkantor disana, banyak curug lainnya yang masih perawan.

            Endri Budiwan

            1 April 2011 at 09:13

  13. subhanallah ye…!
    ane palembang jadi kurang tau tentang bandung!!!!
    ane mo tanya bang
    – tu cara2 wat k curugnya ato cuma tmpat-tmpat yang indah doank!!!
    trus kalo kemah di curugnya bisa kaga???ato ada pnginapan bang???
    -kalo ngecer bisa ga???

    pahmi

    11 Februari 2011 at 14:40

  14. untuk mendirikan kemah persis di depan curug tidak bisa, karena terlalu terjal dan berbatu-batu, lebih baik di daerah pepohonan sebelum jalan setapak.

    waktu ke sana, saya tidak berpapasan dengan angkutan umum/angkot yang melewati jalur rancabali – cipelah – citambur, penginapan di sekitar curug sepertinya belum ada…

    apdri

    13 Februari 2011 at 00:57

  15. kang kalo dr citambur mau ke sukanagara, dari pagelaran ada jalur yg langsung k sukanagara ga? apa mesti memutar lewat tanggeung

    Rizki Herdyan

    6 Maret 2011 at 08:13

    • saya kurang tahu apa ada jalan pintas tanpa melalui Tanggeung, belum pernah lewat sana. Antara Cipelah hingga Citambur seperti menyusuri bukit yang memanjang di sebelah kanan jalan…

      apdri

      6 Maret 2011 at 14:30

  16. […] Cikaso yang tadi dilewati. Selama ini air terjun yang tertinggi yang pernah saya kunjungi adalah Curug Citambur. […]

  17. saya pernah ke citambur bareng2 ma tetangga di komplek..

    emang keren sih, sayang jalannya jaelek bgt.
    sebelum masuk ke citambur kan ada beberapa air terjun yang terlihat bahkan dari pinggir jalan.
    saya juga ga tau itu air terjun apa, tp cukup bagus juga kayaknya..

    ayyasy

    21 November 2011 at 07:28

    • itu dari arah Sukanegara/Tanggeung ya?
      sayangnya pas saya lewat Tanggeung dari Sindangbarang, air terjun di tebing pinggir jalannya tidak memancar, masih musim kemarau…πŸ™‚

      apdri

      22 November 2011 at 01:20

  18. Alhamdulillah……ternyata tanah kelahiran saya banyak yg menyukainya,he.he.he…….saya asli lahir di perkebunan sinumbra 45 tahun yg lalu….meninggalkan sinumbra waktu umur 20 tahun….tiba2 lihat foto2 diatas jadi terkenang kembali…….

    Eep Saepudin Hambali

    7 Desember 2011 at 14:12

    • ini ada foto pabrik teh Sinumbra, difoto waktu pulang
      pabriknya bertingkat memanjang ke belakang dengan truk-truk pengangkut teh di garasi bawah
      terima kasih sudah berkunjung …πŸ™‚

      apdri

      8 Desember 2011 at 05:56

      • Semakin menempel nostalgia masa kecil disana,,,,ada lagi gak fotonya????…

        Eep Saepudin Hambali

        9 Desember 2011 at 00:54

  19. Info dah lama Jalan Dari pagelaran ke Curug dah diaspal…

    dani

    27 Mei 2012 at 12:21

    • terima kasih atas infonya, berarti semakin mudah mengakses tempat ini…πŸ™‚

      apdri

      28 Mei 2012 at 07:55

  20. Tgl 22 Agustus sepulang dari Ciwidey saya nyoba belok langsung arah Gunung Halu. Awalnya jalan aspal, tapi makin dalam makin rusak jalannya dan tinggal batu. Menembus hutan dengan jalan yg hanya cukup 1 mobil saja. Pemandangannya sih cukup ok..

    Eh Kang Apdri…mohon maaf lahir dan batin ya… mumpung masih lebaran

    Acep Permana

    27 Agustus 2012 at 07:07

  21. Kumaha damang kang ? lama nggak nengok nih blog ini. Sabtu ini rencana pakai sepeda ke Ciwidey-Cijayanti tapi Naringgul jadi longsor. Rencana tujuan ke Citambur aja…kalo dari Pertigaan Rancabali ke arah Cipelah lebih banyak turunan ya ?

    Dari Citambur ke arah Sindang Barang gimana kondisi jalan ?

    Acep Permana

    4 Desember 2012 at 10:24

    • kabar saya baik, alhamdulillah…πŸ™‚
      betul, banyak turunan, terutama hingga jembatan Ciherang.
      dari jembatan itu ke Cipelah agak menanjak kemudian naik turun hingga Citambur.
      kondisi jalan dari Citambur ke Pagelaran sepertinya lebih akurat infonya dari komentar Endri Budiwan di atas…
      Pagelaran-Sindangbarang jalan aspal, ada hutan dan air terjun pinggir jalan di daerah Tanggeung…

      apdri

      5 Desember 2012 at 02:39

  22. Mohon infonya kang Apdri, Kalo kesini bawa mobil gmn ya kira2 soal rutenya (kalo dari kota cianjur keraha mana) , jalan (apakah sudah baik untuk sampai ke depan gerbang), n penginapanya? Haturnuwun kang

    Moy Dharma

    27 Desember 2012 at 00:35

    • dari Cianjut ke arah selatan 70an km, lewat Cibeber, Campaka, Sukanegara, Pagelaran,
      kemudian belok kiri ke Curug Citambur 17 km. Papan petunjuk jalan cukup jelas misalnya pada foto-foto di artikel https://apdri.wordpress.com/2011/05/28/sindangbarang-sukanagara/

      Berhubung tiga tahun lebih belum lewat sana lagi, info kondisi jalan sepertinya lebih akurat dari komentar-komentar di atas….πŸ™‚

      apdri

      28 Desember 2012 at 02:44


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: