Blog Apdri

Beberapa catatan sederhana

Merapi Tua, Merapi Muda

with 3 comments

Merapi-Merbabu samar-samar dari jalan Solo-Boyolali

Waktu gunung Merapi meletus tahun 2010 silam, saya hanya menontonnya di tv. Mumpung lewat Boyolali, sekalian belok ke arah Magelang untuk melihat gunung itu lebih dekat.

Dari arah timur, Merapi tak ubahnya seperti gunung tua yang tidur. Lerangnya dipenuhi tumbuhan, tidak tampak bekas letusan sama sekali. Kalau belum pernah melihat lokasinya di peta, mungkin orang akan menyangka yang terakhir meletus adalah Merbabu, karena puncaknya lebih botak dan berwarna abu-abu.

Jalan terus menanjak dari Boyolali menuju perbukitan Cepogo.
Ada pertigaan menuju sentra kerajinan kulit di sana, namun saya tidak mampir.

Dari atas perbukitan Cepogo

Sambungan gambar sebelah kirinya, dataran luas hingga batas cakrawala

Merapi di kiri jalan,

Merbabu di kanan

Daun tembakau dijemur

Ini ladangnya, berlatar gunung Merapi

Setelah sampai di daerah Selo di utara Merapi, puncak baru Merapi lebih jelas terlihat.
Bongkahan bebatuan material bewarna seperti semen tampak menonjol.
Meskipun lebih tinggi, puncak baru ini tidak terlihat dari arah timur tadi.

Daerah Selo, pertengahan Merapi-Merbabu

Joglo Merapi ke kiri, Ketep & Magelang lurus

Puncak Merapi yang baru mulai terlihat

Bagaimana rasanya tinggal di kaki gunung api?

Ladang tembakau subur di tanah penuh abu vulkanik, bukan tanah merah

Bulan-separuh menggantung di langit

Banyak orang berhenti melihat jembatan gantung yang masih baru

Bekas jalur lahar

Beberapa tempat menarik dan jaraknya

Meninggalkan Merapi, Merbabu sekarang tertutup awan

Lahar dingin yang bisa memutus jembatan

Menambang jutaan kubik material

Waktu memotret di pinggir sungai ini, sebuah mobil berhenti dan saya ditanya arah jalan ke Magelang.
Maaf banget, saya cuma lewat sini dan ini baru pertama kalinya. Paling ikuti jalan ini ke mana pun tembusnya…πŸ™‚

Merapi di Google Map, letusan 2010 ke arah selatan – barat daya

Written by apdri

8 Oktober 2012 pada 02:26

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Sekitar 300 meter ke arah timur laut dari taman rekreasi terdapat Taman Wisata Plawangan Turgo. Di kawasan taman wisata ini terdapat kolam renang Tlogo Putri yang airnya berasal dari mata air di lereng Bukit Plawangan. Bermain ayunan atau bercanda bersama keluarga di taman bermain yang berada di dalam taman wisata, rasa lelah akan lebur dalam rimbunnya taman perhutani.

    gold account

    19 Oktober 2012 at 13:07

    • wah saya belum pernah ke taman wisata ituπŸ™‚

      apdri

      22 Oktober 2012 at 00:49

  2. Tahap pertama adalah Pra-Merapi (sampai 400.000 tahun yang lalu), yaitu Gunung Bibi yang bagiannya masih dapat dilihat di sisi timur puncak Merapi. Tahap Merapi Tua terjadi ketika Merapi mulai terbentuk namun belum berbentuk kerucut (60.000 – 8000 tahun lalu). Sisa-sisa tahap ini adalah Bukit Turgo dan Bukit Plawangan di bagian selatan, yang terbentuk dari lava basaltik. Selanjutnya adalah Merapi Pertengahan (8000 – 2000 tahun lalu), ditandai dengan terbentuknya puncak-puncak tinggi, seperti Bukit Gajahmungkur dan Batulawang, yang tersusun dari lava andesit. Proses pembentukan pada masa ini ditandai dengan aliran lava, breksiasi lava, dan awan panas. Aktivitas Merapi telah bersifat letusan efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan runtuhan material ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal kuda dengan panjang 7 km, lebar 1-2 km dengan beberapa bukit di lereng barat. Kawah Pasarbubar (atau Pasarbubrah) diperkirakan terbentuk pada masa ini. Puncak Merapi yang sekarang, Puncak Anyar, baru mulai terbentuk sekitar 2000 tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, diketahui terjadi beberapa kali letusan eksplosif dengan VEI 4 berdasarkan pengamatan lapisan tefra .

    Lindsay Strong

    3 Juni 2013 at 12:36


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: