Blog Apdri

Beberapa catatan sederhana

Tegalbuleud – Agrabinta – Sindangbarang

with 51 comments

Suasana kebun karet Cikaso

Perkebunan Cikaso luas membentang di seberang jembatan Sungai Cikaso. Kontur tanahnya berbukit-bukit, didominasi oleh pohon karet.

Sesekali bertemu rumah-rumah pegawai perkebunan, berbentuk kotak seragam dicat dengan warna yang sama.Β Mirip dengan emplasemen di kebun-kebun teh Bandung-Garut selatan namun lebih sedikit jumlahnya. Meskipun tampak sederhana, banyak rumah memasang antena parabola di halaman depan.

Nanti akan melewati punggung perbukitan di kiri itu

Tanaman karet belum tinggi, terhampar hingga kejauhan

Sebagian area kebun diganti pohon jati

Satu jam lebih berkelok-kelok di perkebunan Cikaso, jalan landai menuju kecamatan Tegalbuleud.
Rumah-rumah penduduk berselang-seling dengan sawah hingga jembatan sungai Cibuni.

Selang-seling sawah dengan pedesaan

Tegalbuleud, pantai tampak jauh di kanan jalan

Sungai Cibuni lebar sekali

Perahu kecil mengangkut pasir (kiri)

Harumnya aroma gula kelapa tercium saat melintasi perkebunan kelapa yang sepi.
Tumpukan kayu bakar terserak di depan gubuk-gubuk pembuat adonan gula merah.

Kontras dengan jalan yang tadi dilewati, di sini jalannya lebar tapi jelek sekali.
Di banyak tempat, lobang bekas roda truk setengah meter dalamnya, syukurlah tidak lewat sini waktu hujan.

Perkebunan kelapa dimulai

Tumpukan sisa balok gergajian

Gubuk beratap daun kelapa kering

Memanjat pohon kelapa membawa jeriken

Kasihan truk itu

Tidak berharap lewat sini waktu hujan

Sempat gembira waktu ketemu jalan beton di tengah kebun kelapa yang panas terik ini.
Sayangnya jalan beton cuma beberapa kilometer saja dan jalan kembali jelek berbatu.
Rumah-rumah penduduk mulai tampak menjelang sungai Cisokan ke arah Sindangbarang.

Jalan beton setengah jadi

Jembatan Cisokan yang sempit

Kelokan sungai Cisokan

Dari tempat terbuka di perkebunan Agrabinta, tampak pemandangan indah di kanan jalan.
Kebun karet berbatas barisan pohon kelapa, berlatar birunya samudera Indonesia di cakrawala.

Yang biru di kejauhan sana itu adalah laut selatan

Tanah kosong yang luas ini mau ditanami apa ya?

Karet di kiri, kelapa di kanan

Pusat perkebunan Agrabinta

Kebun karet Agrabinta dilalui dan berganti suasana pedesaan.
Kawanan kambing merumput di tepi jalan, kadang ke tengah jalan lalu dihalau oleh penggembalanya.

Sapi-sapi coklat berteduh

Batang-batang pohon sudah dikuliti

Sawah di lembah

Menjelang Sindangbarang

Jembatan darurat

Sungai berair hijau yang tenang

Sampai di alun-alun Sindangbarang jam setengah tiga sore.
Ada cabang jalan di sana, ke kanan menuju pantai, lurus ke Cidaun dan kiri ke Cianjur.
Perjalanan masih jauh dan mesti bergegas, mungkin lain waktu bisa mampir ke pantai Sindangbarang ini…πŸ™‚

 
 

Written by apdri

7 Mei 2011 pada 10:44

51 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. tks yg sgt byk atas semua artikel dan foto2ny yg exclusive.

    aep saeful rohmat

    12 Mei 2011 at 04:32

  2. selalu menanti kelanjutan kisah dari bro apdri, jadi kepingin ikutan jalan2….

    Rizki Herdyan

    13 Mei 2011 at 15:08

  3. oia sekedar tambahan kalo bisa di berikan informasi mengenai SPBU ataupun penjual bensin eceran biar bisa memperkirakan kapan saatnya memberi minum motor kita….

    Rizki Herdyan

    17 Mei 2011 at 02:30


    • Jarak Surade ke Sindangbarang sekitar 95 kilometer, sebaiknya isi full di SPBU Surade. Jalur jalan yang sepi adalah antara Curug Cikaso hingga akhir perkebunan Cikaso (1-2), perkebunan kelapa antara sungai Cibuni-Cisokan (3-4), dan perkebunan karet Agrabinta (5).

      Perlu dipertimbangkan apakah perlu mencari bensin eceran di pedesaan Tegalbuleud (2-3), karena setelah itu jalannya jelek di perbukitan, sering pakai gigi rendah dan bensin akan lebih boros.

      Maaf waktu itu saya kurang memperhatikan di mana saja letak kios bensin ecerannya.

      apdri

      17 Mei 2011 at 18:42

  4. wah cocok buat ngabuburit menjelang buka puasa nih,….lama tak jumpa mampir ya.foto2nya oke punya nih …

    warna2cinta

    26 Agustus 2011 at 06:26

    • foto-foto selintas jalur sepi yang tidak dilewati tiap hari …πŸ™‚

      apdri

      27 Agustus 2011 at 15:45

  5. kang punya alamat kontak utuk perkebunan kelapa nya,
    tks

    dedy supriadi

    23 November 2011 at 04:14

  6. terima kasih sangat atas info’a

    Dien

    18 Maret 2012 at 01:47

    • terimas kasih sudah mampir …πŸ™‚

      apdri

      19 Maret 2012 at 05:09

  7. indah.. banget pemandangannya , terima kasih kang atas tulisannya

    achmad kadarsah

    20 April 2012 at 14:14

  8. ada pemandangan bagus sekali dari atas jembatan darurat yang kedua sebelum masuk Sindangbarang,
    di kanan jalan ada muara sungai yang ketemu langsung dengan laut lepas…

    namun jembatannya cuma muat satu mobil dan bakal mengganggu kalau berhenti di sana.
    mungkin sekarang jembatan beton sudah jadi, dan jembatan darurat ini dibongkar…

    apdri

    23 April 2012 at 10:15

  9. […] Kalau melihat di peta, ada banyak sungai di timur Pamengpeuk ini, yang pertama adalah sungai Cikaso. Jembatannya lebar, dibangun menggantikan jembatan lama yang tidak dipakai lagi. Sawah-sawah yang luas ada di sini, membentang hingga ke pantai di kanan jalan, mirip di Tegalbuleud. […]

  10. kang dr surade-sindang barang makan waktu berapa lama? sepanjang jalur itu bnyak kendaraan yg melintas ga? soalnya minggu besok rencananya mo riding sendirian nyoba jalur itu. makasih kang…

    Hari

    6 Juli 2012 at 11:11

    • waktu itu dari Ujung Genteng jam 7 pagi, sampai Sindangbarang jam 14.30,
      tapi mampir-mampir : ke bengkel & minimarket di Surade, Curug Cikaso, dan ambil foto-foto di perjalanan.
      Surade-Sindangbarang mestinya sih bisa 4-5 jam kalau kondisi jalannya seperti tahun lalu.
      Selamat riding, semoga lancar…πŸ™‚

      apdri

      6 Juli 2012 at 13:15

  11. wah mantep kang jalan jalannya..katanya jalur lintas selatan jawa barat sudah jadi ( Trans Jawa barat selatan) itu jalan baru apa jalan lama yg dibagusin..kabarnya sudah hotmik ? mohon info minggu ini mau coba Ujung genteng – pangandaran…ada yg sdh coba ?

    andra

    9 Juli 2012 at 07:51

  12. ada info per Juli kondisi jalan Ujung Genteng – Sindang Barang sampai Pangandaran ?

    andra

    9 Juli 2012 at 07:52

    • bantu jawab ya kang, kebetulan kemarin baru nyoba jalur ciwidey-cidaun-sindang barang-ujung genteng.. lepas sindang barang menuju agrabinta +/- 10 km udah di hotmix, selebihnya nyampe tegal buleud masih jelek tp sedang ada pembangunan/perbaikan jalan (banyak alat berat+truk pengangkut semen), dr tegalbuleud-ujung genteng udah mulus.. klo dr cidaun-pangandaran terakhir lewat april kmaren.. overall jalannya udah bagus, cm dri cipatujah-cimerak (jalur truk pengangkut pasir besi) lumayan parah udh hampir kya off road gt..

      Hari

      9 Juli 2012 at 08:37

      • terima kasih banyak atas infonya…πŸ™‚
        saya sendiri belum pernah menuntaskan rute Ujung Genteng – Pangandaran seluruhnya,
        baru sepotong-sepotong saja seperti Ujung Genteng – Sindangbarang dan Pamengpeuk – Cipatujah…

        apdri

        9 Juli 2012 at 10:48

        • wah kang Hari makasih banyak infonya ..sy pikir jalur Trans Selatan Jabar sdh selesai semua..katanya nyambung dari Anyer sampai Pangandaran …moga cepet tuntas dan jalur selatan bisa jadi potensi wisata yg luar biasa..sy gemes kenapa pariwisata Jabar ga selaku Bali dan jawa lainnya padahal alamnya luar biasa..tinggal kemauan pemda saja

          andra

          10 Juli 2012 at 07:28

          • setuju om banyak potensi wisata pantai selatan jabar yg menurut saya jauh lebih menarik dr bali, cm di sisi lain saya lebih menikmati pantai selatan yg alami dan jauh dr komersialisasi.. hehe

            Hari

            10 Juli 2012 at 07:58

      • Kebetulan tahun kemarin saya jajal dari Ciwidey-Cidaun-Pameungpeuk-Cipatujah-Cimerak-Pangandaran, dari keterangan Kang Hari berarti dari tahun kemarin gak dibenerin tuh Kang antara Cipatujah – Cimeraknya…Padahal jalur itu adalah salah satu favorit saya karena tidak terlalu panas (banyak pohon di pinggir jalan)

        thedy

        24 Juli 2012 at 06:25

  13. kang Harry Ciwidey Cidaun itu via Naringgul..gimana kondisi jalan klo pakai roda empat ? terus separah apa jeleknya jalan yg di agra binta tegal buleud ? dan total berapa lama ciwidey ujung genteng ?

    andra

    10 Juli 2012 at 07:30

    • betul om via naringgul, pake roda empat jalan-nya sekarang udah lebih ‘beradab’ ga terlalu menyiksa bulan kemarin temen saya pake city car bisa lewat ksana, sampai naringgul jalan sebagian besar udah di aspal dan sebagian lg (+/- 8 Km) setelah naringgul sedang diratakan pake alat berat, sebagai gambaran tahun kmaren dengan jalan yg sebagian besar masih rusak butuh wktu 2,5 jam dr rancabali ke cidaun, tp kemarin bisa saya tempuh sekitar 1,5 jam-an.. klo jalur agrabinta-tegalbuleud hampir sama kya yg digambarin kang Apdri cm mungkin agak lebih baik karena sedang ada perbaikan jalur tsb. mungkin beberapa bulan ke depan jalurnya akan lebih menyenangkan.. kemarin dr ciwidey skitar jam 8 nyampe ujung genteng skitar 14.30 (termasuk istirahat di alfamart cidaun, mesjid sindangbarang, indomaret agrabinta & nyuci motor di tegal buleud). oia, sebaiknya klo pake motor selain helm full face kyanya perlu ditambah masker deh.. debunya ga nahanπŸ™‚

      Hari

      10 Juli 2012 at 08:31

      • lupa ketinggalan, jembatan nya udah permanen semua…πŸ™‚

        Hari

        10 Juli 2012 at 08:41

        • wah ternyata banyak kemajuan di daerah sana…
          jembatan Sindangbarang selesai, proyek jalan beton berlanjut…
          tadinya saya kira berhenti karena kehabisan dana…πŸ™‚

          apdriri

          10 Juli 2012 at 12:27

      • Info yang bermanfaat Kang, jadi ngiler nih pengen jajal,he..he..he..

        thedy

        24 Juli 2012 at 06:28

        • ayo dicoba, mumpung musim hujan belum datang lagi…πŸ™‚

          apdri

          27 Juli 2012 at 12:34

  14. bpk yang terhormat, saya sangat berkesan dg perkebunan karet pt cikaso. begini pak saya ada 3 perusahaan yg berminat untuk membeli perkebunan karet yg statusnya HGU, produktif dan tidak dalam sengketa. jika bpk bisa membantu silahkan hubungi soegeng 081 5670 1628 / 0888 290 9257
    fee nya lumayan pak

    Soegeng Soekianto

    11 Juli 2012 at 01:41

  15. bpk yang terhormat, saya sangat berkesan dg perkebunan karet pt cikaso. begini pak saya ada 3 perusahaan yg berminat untuk membeli perkebunan karet yg statusnya HGU, produktif dan tidak dalam sengketa,lokasi sukabumi,cianjur,banten atau jawa mau. jika bpk bisa membantu silahkan hubungi soegeng 081 5670 1628 / 0888 290 9257
    fee nya lumayan pak

    Soegeng Soekianto

    11 Juli 2012 at 01:43

    • mohon maaf saya kurang punya info detil tentang perkebunan karet tersebut,
      waktu itu sekedar lewat untuk jalan-jalan saja…πŸ™‚

      mungkin mesti dicari kontak ke pihak PTPN, boleh jadi kebun yang luas bisa dikelola bersama antara PTPN dengan perusahaan lain, seperti PP London Sumatera (Lonsum) mengelola kebun teh Kertasari di Pengalengan…

      apdri

      12 Juli 2012 at 03:48

  16. Saya suka liat foto kebun karetnya…..thks ya artikelnya

    gadabinausaha

    17 Juli 2012 at 06:15

    • terima kasih sudah berkunjung…πŸ™‚
      Jabar selatan ternyata kaya dengan perkebunan karet : kebun Cikaso (kab. Sukabumi), kebun Agrabinta (kab. Cianjur), kebun Miramareu (kab. Garut)….

      apdri

      17 Juli 2012 at 13:53

  17. update rute Cidaun dar Ciwidey…tgl 14 Juli kemarin daerah naringgul lagi di aspal. Dari warung dulang (atau warung kabut) di 1685 MDPL sudah aspal halus…mungkin akhir puasa ini aspalnya sudah sampai cidaun

    Acep Permana

    1 Agustus 2012 at 06:15

  18. dari Sukabumi menuju Agrabinta rute nya :
    Sukabumi – Sagaranten – Tegal Buleud – Agrabinta apa betul?
    kondisi jalan tsb pada saat ini dengan kijang memadai?
    sepanjang rute tsb jalannya sepi? sehingga sebaiknya tidak melakukan perjalanan sore atau mala hari
    mohon pencerahan …………. tks

    rose

    22 Januari 2013 at 00:18

    • berhubung sudah lama belum lewat sana lagi, sepertinya info dari komentar-komentar di atas lebih akurat…
      Jalur Sukabumi – Surade – Tegal Buleud cukup bisa dilalui kijang, belum pernah lewat Sagaranten.
      sepertinya perkebunan kelapa antara sungai Cibuni – Cisokan (peta di atas) cukup beresiko kalau dilewati di musim hujan seperti sekarang… πŸ™‚

      apdri

      22 Januari 2013 at 06:59

  19. Itu perjalanan perjalanan dua tahun yang lalu coba sekarang 2013 kesana lagi jalannya sudah bagus pemandangan alam menyenangkan, sekarang jembatan sudah rampung jalan sudah bagus

    Tumaritisdalang

    29 Januari 2013 at 06:01

    • terima kasih sudah berbagi info,
      berarti sekarang perjalanan bisa lebih mudah dan cepat …πŸ™‚

      apdri

      30 Januari 2013 at 10:26

  20. pak saya punya jrigen ukuran 5 liter cocok untuk sadap gula kelapa saya sediakan dengan jumlah besar

    Apong

    28 Februari 2014 at 05:43

  21. Kalau sekarang gimana jalanya ya

    Toto

    12 Juli 2014 at 14:18

  22. kang mohon info saya asli dari jampangkulon namu sekarang sy kerja di jawa.kalau misalnya saya mau pulang lewat cianjur biar sampai di tegalbuleud itu lewat mana……?

    anwar

    11 November 2015 at 07:06

    • terakhir saya 17 agustus 2015 touring sawarna-pelabuhan ratu-cigaru-jampangkulon-ckaso-tegal buleud-agrabinta-sindang barang -cidaun-bandung….. jalannya sudah bagus kecuali di kebu karet agrabinta kurang lebih 10-15km jalannya ruksak..tapi lagi diperbaiki… jalur selatan jabar..dan 2 bulan yg lalu bandung -garut-cipatujah-parigi-pangandaran jalannya dah di cor..top markotop lah pembangunan jalur lintas selatan……. Fb Kang Dimmy

      dimyati

      23 November 2015 at 13:35

  23. kalo mau nginep di rumah saya ajj,pertengaha antara ujung genteng dan sindang barang,,

    Iponk Tambunan

    24 Februari 2016 at 09:15

    • Ya seakarang jalur tegal buled dah bener” bagus ,saya sebagai orang agrabinta dlu pulang dari bandung hrs menempu perjalanan 7 sampai 8 jam, skarang cukup 3,5 jam dg nyaman jln hotmik

      Hamdi

      22 Maret 2016 at 15:36

      • Dari bandung dlu menuju cidaun bisa nyampai 8 jam karna jln yg curam dan rusak ,sekarang bisa 3 jam dg kecepatan 40 sampai 60 perjam pakai sepeda motor

        Hamdi

        22 Maret 2016 at 15:44


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: